TEKS EKSPLANASI
Pengertian Teks Prosedur
Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses mengapa dan bagaimana suatu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya dan lainnya bisa terjadi. Suatu peristiwa baik itu peristiwa alam maupun sosial yang terjadi di sekitar kita selalu mempunyai hubungan sebab akibat dan proses.
Struktur Teks Eksplanasi
1. Pernyataan umum : Berisi pernyataan umum mengenai topik yang akan dijelaskan proses terjadinya/proses keberadaan.
2. Urutan sebab akibat : Berisi mengenai detail penjelasan proses terjadinya yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang paling akhir.
3. Interpretasi : Berisi tentang kesimpulan mengenai topik yang telah dijelaskan.
Ciri-ciri Teks Eksplanasi :
1. Memiliki struktur : pernyataan umum, urutan peristiwa (sebab-akibat), interpretasi.
2. Informasi yang dimuat bersifat fakta.
3. Informasi yang dimuat bersifat ilmiah.
4. Memiliki atau menggunakan sequence marker.
Kebahasaan Teks Eksplanasi
1. Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah.
2. Fokus pada hal umum, bukan partisipan manusia.
3. Menggunakan verba material dan verba relasional.
4. Menggunakan konjungsi waktu dan kausal. Contohnya penggunaan : sehingga, sebelum, pertama, jika, bila dan kemudian.
5. Menggunakan kalimat pasif.
Contoh Teks Prosedur
Gempa Aceh
Gempa dahsyat pernah terjadi di Aceh, 26 Desember 2004, pada pukul 07.58 WIB. Pusat gempa terletak di sebelah barat Aceh dengan kedalaman 10 km. Bencana ini merupakan gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Dampak kerusakannya meliputi Aceh, Sumatra Utara, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Tailand, Pantai Timur India, Srilangka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.
Gempa ini juga mengakibatkan gelombang laut setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.
Kekuatan gempa pada penghujung tahun 2004 itu mencapai 9.0 richter dengan korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Gempa bumi yang disertai gelombang tsunami itu merupakan bencana yang mengakibatkan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Langka, India, dan Tailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.
Di Indonesia, gempa menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatra. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami.Namun, kebanyakan korban disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai Barat Aceh dan Sumatra Utara.
Di Sri Lanka dikonfrmasikan 45.000 korban jiwa jatuh dan lebih dari 1 juta Jiwa penduduk negara ini terkena dampak gempa secara langsung. Di India, Termasuk Kepulauan Andaman dan Nicobar diperkirakan menelan lebih dari 12.000 korban jiwa.
Di Tailand banyak pula wisatawan asing terkena bencana, terutama di daerah Phuket bahwa diperkirakan ada sekitar 4.500 korban jiwa. Bhumi Jensen, cucu Raja Rama IX atau lebih dikenal dengan nama Bhumibol Adulyadej juga termasuk salah satu Korban. Bhumi Jensen baru berusia 21 tahun.
Bahkan di Somalia, di benua Afrika ribuan kilometer dari Indonesia, dilaporkan Jatuh lebih dari 100 korban jiwa. Akan tetapi, sebagian besar atau mungkin hampir. Semua dari mereka adalah para nelayan.
Gempa Bumi dan Tsunami Aceh yang juga menghantam Tailand. Selain Menempati posisi gempa berkekuatan terbesar kedua setelah gempa Chili 1960 yang mencapai 9.5 skala richter, gempa Aceh menempati peringkat pertama sebagai gempa dengan waktu (durasi) penyesaran yang paling lama, yaitu sekitar 10 menit. Gempa ini cukup besar untuk membuat seluruh bola bumi ikut bergetar.
(Sumber: wikipedia.org)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar